Vitamin K merupakan salah satu dari jenis vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin K ada 3 macam, yaitu:
- Vitamin K1 (phylloquinone): Vitamin ini dihasilkan oleh tumbuhan.
- Vitamin K2 (menaquinone): Vitamin ini merupakan hasil dari bakteri yang terdapat dalam organ pencernaan).
- Vitamin K3 (menadione): Vitamin ini adalah vitamin buatan untuk membantu seseorang yang memiliki masalah dengan organ pencernaan dalam menyerap makanan.
Vitamin K sangat berguna untuk menunjang metabolism dalam tubuh, menekan proses pendarahan pada hati, mencegahkanker hati dan paru-paru, dll. Namun, fungsi utama vitamin K yang selama ini banyak dikenal adalah untuk proses pembekuan darah saat terluka.
Berdasarkan pada standar RDA (Recommended Dietary Allowance), setiap orang membutuhkan vitamin K sesuai dengan berat badan masing-masing. Ukurannya adalah minimal sebanyak 1 mikrogram per-KG berat badannya setiap hari. Misalnya, Anda memiliki berat badan 30 Kg, kebutuhan vitamin K Anda per hari minimal adalah 30 mikrogram.
Sumber Vitamin K
Sumber vitamin K untuk tubuh kita sangat mudah diperoleh karena dalam system pencernaan di tubuh kita sudah ada bakteri yang dapat melakukan pembentukan/sintesis vitamin K yang sebagian diserap dan disimpan dalam hati. Namun, untuk menjaga agar kita tidak mengalami kekurangan vitamin K, sebaiknya kita tetap mencari asupan vitamin K dari makanan.
Anda dapat memperoleh vitamin K dari sayuran berwarna hijau yang memiliki daun banyak, hati, dan susu. Selain itu, susu kedelai, susu sapi, daging sapi, dan the hijau juga mengandung vitamin K dalam jumlah banyak.
Namun Anda harus berhati-hati, karena vitamin K juga dapat menyebabkan Anda keracunan. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang menerima pengganti vit. K larut air. Gejala-gejala jika Anda keracunan vitamin K dapat berupa penyakit kuning, penghancuran sel darah merah (hemolysis), hingga kerusakan otak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar